Rabu, 29 Oktober 2025

Khotbah Jum'at tentang Pemuda

 

Naskah Khutbah Jumat:

Pemuda Hebat, Naungan Arsy di Hari Kiamat

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ.


Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Jum’at Rahiimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, di setiap waktu dan keadaan. Hanya dengan bekal takwa, kita berharap akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.

Jamaah sekalian, kita meyakini bahwa Hari Kiamat adalah hari yang sangat dahsyat. Hari di mana matahari didekatkan di atas kepala manusia, keringat membanjiri, dan setiap jiwa disibukkan oleh urusannya sendiri (nafsi-nafsi). Di tengah kepanasan, ketakutan, dan kegelisahan yang luar biasa itu, Allah ‘azza wa jalla telah menyiapkan karunia agung, sebuah perlindungan istimewa, yaitu Naungan 'Arsy-Nya.

Rasulullah ﷺ menyebutkan ada tujuh golongan manusia yang berhak mendapatkan naungan mulia ini, yang insya Allah, adalah jalan tol menuju Surga.

Di antara tujuh golongan tersebut, terdapat satu golongan yang menjadi harapan besar bagi masa depan umat, yaitu:

"وَشَابٌّ نَشَأَ فِيْ عِبَادَةِ رَبِّهِ"

"Seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allah (selalu beribadah kepada Rabbnya)." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Pemuda: Jihad Melawan Nafsu

Ma’asyiral Muslimin,

Mengapa Rasulullah ﷺ secara khusus menyebut syab (pemuda) di antara para golongan mulia lainnya seperti pemimpin yang adil atau orang yang hatinya terpaut di masjid?

Jawabannya terletak pada hakikat masa muda itu sendiri. Masa muda adalah masa:

  1. Puncak Kekuatan: Kekuatan fisik dan energi yang maksimal.

  2. Puncak Syahwat: Masa di mana godaan hawa nafsu dan kesenangan duniawi berada di tingkat tertinggi.

  3. Penuh Godaan: Masa di mana teman bergaul dan lingkungan sering mendorong pada kelalaian, kesenangan sesaat, dan kemaksiatan.

Oleh karena itu, ketika seorang pemuda, di tengah badai godaan dan kekuatan syahwat yang membara, memilih untuk menundukkan dirinya di hadapan Allah, bertekun dalam ibadah, meninggalkan maksiat, dan menjadikan masjid sebagai rumah kedua, maka ia telah melakukan jihad akbar (perjuangan yang besar).

Imam Ibnu Hajar Al-’Asqalani rahimahullah menjelaskan, keistimewaan pemuda ini disebutkan karena ibadah yang ia lakukan adalah ibadah yang dilakukan dengan susah payah dan melawan dorongan syahwat yang kuat. Maka, wajar jika pahalanya lebih besar dan istimewa.

Bahkan, dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ bersabda:

«إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَعْجَبُ مِنَ الشَّابِّ لَيْسَتْ لَهُ صَبْوَةٌ»

“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memiliki shabwah (kecenderungan pada hawa nafsu).” (HR. Ahmad)

Subhanallah! Ketika Allah subhanahu wa ta’ala kagum pada seorang hamba, maka balasan-Nya pasti sangat besar, yakni keselamatan dan naungan-Nya di Hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya.

Tiga Kunci Pemuda Ahli Surga

Hadirin Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,

Bagaimana seorang pemuda meraih kemuliaan ini? Ada tiga kunci utama yang harus dijaga:

1. Menjaga Shalat dan Masjid Gunakanlah kekuatan fisik muda untuk datang ke masjid. Jangan biarkan masa muda berlalu tanpa shalat subuh berjamaah. Karena pemuda yang rajin ke masjid menunjukkan hatinya sudah terpaut kuat pada Allah, bukan pada tempat hiburan atau kesenangan fana.

2. Mengisi Waktu dengan Ilmu dan Amal Shaleh Jangan sia-siakan waktu luang, kesehatan, dan masa muda. Nabi ﷺ mengingatkan kita:

"Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu..." (HR. Al-Hakim). Jadikan masa muda sebagai ladang menuntut ilmu agama, menghafal Al-Qur'an, dan berbakti kepada orang tua.

3. Kuat Menolak Godaan Syahwat (Iffah) Inilah ujian terbesar. Pemuda ahli Surga adalah mereka yang mampu menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan diri (‘iffah). Sebagaimana golongan kelima yang dinaungi Allah adalah mereka yang diajak berzina oleh wanita kaya dan cantik, namun ia menolak seraya berkata, "Aku takut kepada Allah!" Inilah puncak ketakwaan, yang paling sering diuji pada masa muda.

Ma’asyiral Muslimin,

Masa muda bukanlah masa untuk lalai. Masa muda adalah amanah, peluang emas, dan bekal masa depan. Jangan sampai kita menyesal di Hari Kiamat karena menyia-nyiakan waktu dan energi muda untuk hal yang fana.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan anak-anak kita, generasi muda kita, dan seluruh pemuda Islam sebagai syabbun nasya’a fii ‘ibadati Rabbih (pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Rabbnya), yang kelak mendapatkan naungan ‘Arsy-Nya dan memasuki Surga-Nya.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.


Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,

Marilah kita tutup khutbah ini dengan merenungkan sekali lagi betapa berharganya waktu muda kita. Gunakanlah setiap tetes darah, setiap energi, dan setiap waktu yang ada di masa ini untuk investasi akhirat. Karena kelak, Allah akan menanyakan kepada kita tentang empat hal, dan salah satunya adalah:

"Tentang masa mudanya, untuk apa ia habiskan." (HR. At-Tirmidzi)

Maka, jadilah pemuda yang ketika ditanya, mampu menjawab: "Masa mudaku, aku habiskan untuk beribadah dan taat kepada-Mu, ya Allah."

Semoga kita semua diberikan hidayah dan kekuatan untuk terus istiqamah di jalan-Nya.

Doa Penutup:

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.