Faedah kajian kitab Syifaul Al Qulub
Rabu,10 September 2025
📌 Perumpamaan yang Baik untuk Hati yang Bersih lagi Jernih, serta Kebaikan, Keshalihan, dan Iman yang Ada di dalamnya 📌
Telah dibuat satu perumpamaan yang baik untuk hati di atas dalam Kitab Allah ﷻ pada surah An Nur :
اللَّهُ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحُ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِى يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُبَرَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْبًا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نور عَلَى نُورٍ يَهْدِى الله لِنُوره مَن يَشَاءُ وَيَضْرِبُ اللهُ الأمثل للنَّاسِ وَاللهُ بِكُل شيء عليم
"Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi, perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada Pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak darı pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahayaNya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan perumpamaan bagı manusia, dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu." ( QS An-Nur: 35 )
📚 Tafsir Al-Muyassar
Allah memberikan hidayah dan taufik kepada orang-orang yang Dia kehendaki untuk mengikuti al-Qur’an.
ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ
📚 Tafsir Al-Muyassar
Allah adalah cahaya langit dan bumi, Dia mengatur urusan pada keduanya, dan memberikan petunjuk bagi para penghuni keduanya. Dia adalah cahaya, dan penutupNya adalah cahaya, dengan itu langit dan bumi serta apa yang ada di keduanya terang bersinar. Dan Kitabullah dan hidayahNya merupakan cahaya dari Allah, seandainya bukan karena cahaya Allah, niscaya kegelapan-kegelapan akan bertumpuk-tumpuk, sebagiannya berada di atas sebagian yang lain
Para ulama . dan para ahli tafsir mengemukakan secara panjang lebar tafsir yang terkandung dalam perumpamaan perumpamaan tersebut, sesuai dengan makna-makna serta hikmah hikmah dan aspek aspek pengambilan ibrah yang tampak oleh mereka. Di sini, akan kusebutkan-dengan kehendak Allah,isi dari pendapat beberapa orang di antara mereka, disertai beberapa keterangan tambahan, guna memperjelas makna ayat dan menunjukkan pelajaran-pelajarannya. lah taufiqku kecuali dari Allah. FirmanNya, "Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi" Seperti sabda Nabi ﷺ, "Ya Allah, bagimu segala pujian. Engkaulah cahaya langit dan bumi. serta apa saja yang ada pada keduanya,"
Firman Allah ﷻ "Perumpamaan cahaya Allah" maksudnya adalah perumpamaan cahayanya dalam hati orang beriman "adalah seperti sebuah misykah yang di dalamnya ada pelita besar. "Misykah adalah sebuah lubang pada dinding yang tidak sampai tembus, sebagai tempat untuk meletakkan lampu. Pelita itu di dalam kaca " maksudnya lampu itu diletakkan di dalam kaca. Sedang kaca itu diletakkan di dalam misukah, agar cahayanya tersebar di dalam ruangan. Jadi, hati seorang mukmin disamakan dengan kaca tersebut, yang mengandung beberapa spesifikasi. Yang pertama, ia merupakan kaca lampu, sementara kaca lampu biasanya adalah kaca yang tipis.
Yang kedua, meski kaca itu tipis namun kuat, teramat kuat dan putih kemilau, karena ia seperti bintang yang bersinar bak permata.
Demikian pula hati seorang mukmin, putih bersih, dan kuat, teramat kuat. Jadi, kaca tersebut menggabungkan antara sifat tipis halus, putih kemilau, dan kuat.
Hati seorang mukmin juga demikian ia tipis, putih, dan kuat.
la lembut halus terhadap orang-orang beriman, sebagai-mana difirmankan Allah ﷻ :
✍🏻 فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ
" Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka, Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu " ( QS Ali Imran 159 ) 📚
Dan sebagaimana difirmankan Allah ﷻ :
✍🏻 مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ ٱللَّهِ ۚ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلْكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ
" Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka " (Al-Fath 29) 📚
Juga sebagaimana firman Allah ﷻ :
✍🏻 وَٱخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ
Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman ( QS As Syu'ara 215 ) 📚
Jadi, hati seorang mukmin lembut lagi lunak kepada orang-orang beriman, ia menderita akibat penderitaan mereka, merasa sakit karena rasa sakit mereka, dan bersedih karena kesedihan mereka, sebagaimana disabdakan Nabi ﷺ "
✍🏻 أهل الجنة ثلاثة: ذو سلطان مقسط متصدق موفق ، ورجل رحيم رقيق القلب لكل ذي قرب ومسلم، وعفيف متعفف ذو عيال
“Ahli surga itu tiga golongan, yaitu orang yang memiliki kekuasaan yang adil dan disetujui rakyatnya, pria yang lemah lembut hatinya terhadap kerabat dan Muslim, dan orang miskin yang menjaga kehormatan keluarganya” (HR Muslim) 📚
Pada saat yang sama, ia merupakan hati yang keras, teramat keras. Keras di dalam kebenaran dan berpegang kepadanya, serta kuat dalam menghadapi musuh-musuh Allah, seba-gaimana difirmankan Allah ﷻ :
✍🏻 مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ ٱللَّهِ ۚ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلْكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ
" Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Din adalah keras terhadap orang-orang kafir tetapi berkasih sayang sesama mereka." ( QS Al-Fath 29 ) 📚
Juga seperti firman Allah ﷻ :
✍🏻 يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ جَٰهِدِ ٱلْكُفَّارَ وَٱلْمُنَٰفِقِينَ وَٱغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ
"Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafiq, dan bersikap keraslah terhadap mereka " ( At-Tahrim 9) 📚
Allah ﷻ juga berfirman :
✍🏻 يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قَٰتِلُوا۟ ٱلَّذِينَ يَلُونَكُم مِّنَ ٱلْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا۟ فِيكُمْ غِلْظَةً
" Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendak-lah mereka menemui kekerasan daripadamu " ( QS At-Taubah: 123 ) 📚
Inilah hati seorang mukmin; lembut kepada orang-orang beriman, keras kepada para pelaku kebatilan, lagi teguh dalam berpegang kepada kebenaran.
Pada waktu yang sama, ia adalah hati yang putih kemilau seperti kaca lampu, dan sudah diketahui bersama bahwa pada kaca lampu akan terjadi pengendapan warna hitam, hari demi hari. Warna hitam ini harus dihilangkan dan dibersihkan. Hal ini bisa dilihat pada lampu minyak tanah yang sering dipakai pada masa dulu. Para ibu setiap hari membersihkan Jaca lampu sehingga ia bisa menyinarkan intensitas cahaya yang lebih besar dan agar warna hitam itu tidak menutupi sinar dan menghalanginya keluar menerangi kamar Hari demi hari ia selalu dibersihkan. Bila warna hitamnya sudah sangat parah, kaca lampu itu harus digosok.
Sebagaimana telah kami sebutkan sebelumnya, hati seorang mukmin disamakan dengan kaca ini-yaitu kaca lampu-dan seperti yang telah kami sebutkan pula, seorang hamba pasti berbuat dosa. Sedangkan dosa akan meninggalkan warna hitam pada hati, serta bekas dan noda-noda, sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah ﷺ, "Bila seorang hamba melakukan dosa, niscaya dijatuhkan satu noda hitam pada hatinya."
✍🏻 عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «كلُّ بني آدم خَطَّاءٌ، وخيرُ الخَطَّائِينَ التوابون».
[حسن] - [رواه الترمذي وابن ماجه والدارمي وأحمد]
Anas bin Malik -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Setiap anak Adam berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang bertobat."
[Hadis hasan] - [Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Ahmad - Diriwayatkan oleh Dārimi] 📚
Juga sebagaimana disabdakan Nabi ﷺ :
✍🏻 تُعْرَضُ الْفِتَنُ عَلَى الْقُلُوبِ كَالْحَصِيرِ عُودًا عُودًا فَأَىُّ قَلْبٍ أُشْرِبَهَا نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ وَأَىُّ قَلْبٍ أَنْكَرَهَا نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ بَيْضَاءُ حَتَّى تَصِيرَ عَلَى قَلْبَيْنِ عَلَى أَبْيَضَ مِثْلِ الصَّفَا فَلاَ تَضُرُّهُ فِتْنَةٌ مَا دَامَتِ السَّمَوَاتُ وَالأَرْضُ وَالآخَرُ أَسْوَدُ مُرْبَادًّا كَالْكُوزِ مُجَخِّيًا لاَ يَعْرِفُ مَعْرُوفًا وَلاَ يُنْكِرُ مُنْكَرًا إِلاَّ مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاهُ
“Fitnah-fitnah itu akan dihadapkan kepada hati, seperti tikar, satu serat satu serat. Hati mana saja yang menyerap fitnah itu, maka satu noda hitam tertempel dalam hatinya. Dan hati mana saja yang tidak menerimanya, akan tertitiklah pada hati itu satu titik putih, sehingga, jadilah hati itu dua macam; putih seperti batu pualam, sehingga fitnah apapun tidak akan membahayakannya selama ada langit dan bumi, sementara hati lainnya berwarna hitam legam, seperti teko atau ceret terbalik, tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemunkaran selain hawa nafsu yang diserapnya”(HR Muslim)📚
Maka, kotoran yang telah mengendap dalam hati ini haruş dihilangkan. Jika tidak, ia akan semakin bertumpuk, lalu menghancurkan hati, menghitamkannya, dan membunuh iman yang ada di dalamnya; sebagaimana warna hitam gelap pekat menghalangi cahaya yang ada di dalam kaca.
Menghilangkan kotoran dan endapan itu hanya bisa dilakukan dengan pertolongan Allah, kemudian dengan istighfar "yang terus dan berkelanjutan". Karena itu, Nabi ﷺ bersabda :
✍🏻 إنَّهُ ليغان عَلَى قَلْبِي وَإِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ
"Sesungguhnya terkadang hatiku diliputi sesuatu yang melalaikan aku dari dzikrullah, karena itu aku memohon ampun kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari." 📚
Berdasarkan hal-hal yang telah disebutkan sebelumnya, para shahabat selalu menghitung ucapan istighfar Rasulullah saw dalam satu majelis saja, "Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah tobatku, sesungguhnya Engkau adalah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang." (sebanyak seratus kali)
Jika seorang hamba terus beristighfar, rutin melakukan-nya, melaziminya, dan mengembalikan hak kepada pemilik-nya, niscaya bekas dosa yang mengendap di hatinya akan dihilangkan; sehingga hati menjadi putih berkilau lagi jernih. Dari hatinya akan keluar cahaya iman yang menerangi dada-nya. Cahaya ini akan menuju seluruh anggota badannya, sehingga anggota-anggota badannya bergerak dalam ketaatan kepada Allah. Jadi, tangan tidak akan terayun kecuali dalam hal-hal yang diizinkan Allah, kaki tidak melangkah kecuali ke arah yang diperintahkan Allah, lidah tidak berbicara kecuali hal-hal yang membuat Allah ridha, telinga tidak mendengar kecuali apa yang disukai Allah, mata tidak akan melihat hal-hal yang diharamkan Allah, dan demikian pula dengan pikiran, kau akan menjumpainya selalu memikirkan berbagai ketaatan kepada Allah dan hal-hal yang mendekat-kan seorang hamba kepada Allah.
Cahaya ini bersinar dan keluar dari tubuhnya menuju rumahnya, sehingga kau tidak akan melihat di rumah itu hal-hal yang membuat Allah murka. Kamu tidak mendengar suara gaduh, hiruk-pikuk, dan kedurhakaan kepada Allah. Justru kamu akan melihat bekas-bekas ketaatan di dalam rumah itu. Darinya kau mendengar bacaan Al-Qur'an, kau lihat di dalamnya bekas-bekas ketenangan, kepahaman, dan kesucian. Kau lihat para penghuninya ruku', sujud, dalam keadaan khusyuk Mereka tidak makan yang haram, tidak bersaksi palsu, dan tidak tenggelam dalam pembicaraan batil bersama orang-orang yang membicarakannya.
Cahaya yang memancar dari hati ini keluar dari tubuh dan dada pemiliknya, lalu menemani pemiliknya di dalam kubur. Bekas cahaya tersebut hadir dalam bentuk seorang laki-laki yang putih wajahnya dan berpakaian bagus. Ia akan memberikan jawaban bila pemiliknya bertanya kepadanya, Siapakah kamu, karena wajahmu adalah wajah yang men-datangkan kebaikan?" Maka, dia berkata, "Aku adalah amal shalihmu."
Cahaya dan sinar tersebut menyinari pemiliknya dan menerangi jalannya, di hari cahaya-cahaya dibagikan pada hari kiamat, sementara manusia dalam kondisi sangat membutuhkan cahaya-cahaya tersebut. Cahaya-cahaya itu akan dibagi-bagikan dalam kegelapan hari kiamat guna melewati sirath dan menyelamatkan diri dari seluruh kesulitan di hari itu. Pada hari itu, orang-orang munafiq laki-laki dan perempuan berkata,
✍🏻 يَوْمَ يَقُولُ ٱلْمُنَٰفِقُونَ وَٱلْمُنَٰفِقَٰتُ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱنظُرُونَا نَقْتَبِسْ مِن نُّورِكُمْ قِيلَ ٱرْجِعُوا۟ وَرَآءَكُمْ فَٱلْتَمِسُوا۟ نُورًا فَضُرِبَ بَيْنَهُم بِسُورٍ لَّهُۥ بَابٌۢ بَاطِنُهُۥ فِيهِ ٱلرَّحْمَةُ وَظَٰهِرُهُۥ مِن قِبَلِهِ ٱلْعَذَابُ
"Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman: "Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu". dikata-kan (kepada mereka). "Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)", lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu, di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa ( QS Al Hadid 13 ) 📚
✍🏻 يُنَادُونَهُمْ أَلَمْ نَكُن مَّعَكُمْ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ وَلَٰكِنَّكُمْ فَتَنتُمْ أَنفُسَكُمْ وَتَرَبَّصْتُمْ وَٱرْتَبْتُمْ وَغَرَّتْكُمُ ٱلْأَمَانِىُّ حَتَّىٰ جَآءَ أَمْرُ ٱللَّهِ وَغَرَّكُم بِٱللَّهِ ٱلْغَرُورُ
Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orangmukmin) seraya berkata: "Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?" mereka menjawab: "Benar, tetapi kamu mencelakukan dirimu dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah, dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (setan) yang amat penipu." ( QS Al Hadid 14 ) 📚
Cahaya-cahaya yang pernah memenuhi hati-hati itu di dunia akan menuntun pemiliknya pada hari kiamat menuju surga yang luas Sebaliknya, jika dosa-dosa sudah mengendap dalam hati, cahaya iman akan terhalangi dan hampir saja padam, bahkan benar-benar padam. Akhirnya, hati menjadi gelap, dada menjadi gelap, anggota-anggota badan pun bergerak dalam kegelapan. Tangan terayun secara membabi buta, kaki tidak berjalan di atas petunjuk, lidah berbicara dalam kondisi hampir tidak jelas, telinga mendengarkan hal-hal yang membuat Allah murka kepadanya dan kepada pemiliknya, sedangkan mata memandang hal-hal yang haram dan tanpa kelembutan.
Inilah hati yang diliputi bekas-bekas dosa dan ditutupi bekas-bekas kemaksiatan, sehingga anggota-anggota badan pemiliknya bergerak dalam kemurkaan dan kejahilan.
Kegelapan itu selalu mengiringi hati yang berdosa tersebut, sedang pemiliknya tidak mempunyai hasrat kuat untuk membersihkannya dengan istighfar, tobat, kembali kepada Allah, dan mengembalikan hak kepada pemiliknya. Kegelapan tersebut senantiasa mengiringi pemiliknya di rumahnya, sehingga kau akan menjumpai rumah yang gelap meskipun ia penuh dengan cahaya dunia. Ia tetaplah rumah yang gelap, rumah yang mati, rumah yang dikuasai kegelapan, dikelilingi oleh hijab, dan diliputi oleh syaithan-syaithan
Kegelapan tersebut mengiringi pemiliknya hingga ke kubur mereka, lalu ia hadir dalam bentuk seorang laki-laki yang hitam wajahnya dan berpakaian kotor. Dia berkata kepada pemiliknya, "Aku adalah amal burukmu." 📚📚📚
Penulis Al Faqir ✍️ : Abu Zahra al Jogjawi
Pemateri 💺 : Ustadzuna Ahmad Hasanuddin Umar Hafizhahullahu Ta'ala
Tempat 🕌 : Masjid Nur Rohman pringgolayan
Waktu : 21.00 - 22.00
Tidak ada komentar:
Posting Komentar